Terkait Pengrusakan Lahan, Petani Negara Mulya Way Kanan Apresiasi Polda Lampung

Way Kanan_ Kepolisian Daerah Lampung Melalui Direktorat Kriminal Umum segera menindaklanjuti laporan 22 orang Petani Asal Kampung Negara mulya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Hal itu terlihat dengan dipasangnya plang pada tanah yang memicu konflik antara petani dengan Anggota DPRD Way Kanan Doni Ahmad Ira

Terkait hal itu, Kuasa Hukum 22 Orang Petani Anton Heri SH, mengaku berterima Kasih kepada polda Lampung sekaligus mengapresiasi, respon cepat yang dilakukan polda Lampung dalam mendalami permasalahan hukum yang melibatkan petani dengan Politis Partai Hanura tersebut

“, Kami berterima Kasih Kepada Kepolisan Daerah Lampung dalam hal ini Direktorat Kriminal Umum yang telah merespon laporan petani dan bertindak cepat dengan turun langsung ke Lokasi kemudian melakukan pemasangan plang ” jelasnya, Kamis (21/10/2021).

“, Menurut kami langkah Polda Lampung dengan memasang plang pelarangan aktifitas (status quo) tersebut merupakan kabar baik dan angin segar bagi klien kami yang notabene hanya petani kecil yang mengantungkan hidup dengan mengais rejeki ditanah nya sendiri ” Sambungnya.

Selain itu, dirinya juga berharap agar kasus yang melibatkan anggota DPRD dengan petani tersebut bisa secepatnya diselesaikan, sehingga menurutnya,masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus tersebut dapat sepenuhnya meyakini kehadiran penegak hukum dalam membela hak masyarakat.

“, Semoga ini segera di selesaikan agar petani bisa kembali merasa nyaman dalam menggarap lahan miliknya dan tentu saja karena kasus ini sudah diliput oleh media, semua pihak pastinya menantikan apa yang bisa diperbuat oleh penegak hukum dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat ” tegasnya.

Ditambahkannya, sebagai tim Penasehat Hukum Petani Kampung Negara Mulya dirinya berharap Ditreskrimum Subdit II Polda Lampung agar dapat melakukan beberapa hal yang berkaitan dengan perkara tersebut

“, Proaktif dalam mengawasi areal tersebut agar tidak ada aktifitas apapun disana, Segera memeriksa kembali terlapor dan mengumpulkan alat-alat bukti tambahan yang cukup, Segera melakukan gelar perkara untuk menetapkan Status Tersangka pada perkara ini ” Pungkasnya.
By: Magel Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *