Mengerikan, Pemuda Di Lampung Utara Perkosa Gadis Kenalannya Di Facebook

Lampung Utara__PS ( 22) terlalu bar bar, bagaimana tidak warga Desa Sabuk Empat, Kecamatan Abung Kunang, Lampung Utara ini, ditangkap polisi atas ulahnya memperkosa seorang gadis yang baru dikenalnya di sebuah gubuk perkebunan milik warga setempat.

Menurut Polisi, peristiwa pemerkosaan yang terjadi pada 24 Desember 2021 tersebut bermula saat korban dan pelaku (PS) saling berkenalan melalui media sosial Facebook, setelah itu komunikasi berlanjut melalui whatsapp, kemudian, pelaku berkunjung kerumah korban dan membawa korban dengan sepeda motor dengan alasan mengantar korban pergi bekerja

” pada hari Jumat 24/12/2021 sekira pukul 16.45 wib pelaku datang ke rumah korban menggunakan sepeda motor, yang saat itu korban tengah bersiap-siap hendak berangkat kerja di Kotabumi, pelaku (PS) menawarkan diri untuk mengantar korban, sehingga keduanya pun berboncengan ” Kata Kapolsek Abung Barat, AKP Ono Karyono, Mewakili Kapolres Lampung Utara, AKBP Kurniawan Ismail, Senin (10/1/2022).

” Di tengah jalan tiba-tba pelaku berpura-pura hendak mengantarkan bensin ke kebun orang tuanya dengan alasan sepeda motor orang tuanya kehabisan BBM, melewati jalan kebun yang telah di putar-putar jauh oleh pelaku hinga akhirnya tiba di sebuah gubuk, Korban Mawar sempat bertanya kepada pelaku “Mau apa Kamu?” pelaku menjawab mau menciumi kamu” sambil lansung memegang dan menarik lengan korban, korban melakukan perlawanan dengan mendorong badan pelaku sambil berteriak tolong ” Kata Kapolsek lagi.

Korban berusaha melakukan perlawanan,namun pelaku dengan beringas memukul dan mencekik korban sehingga lemas dan pelaku dengan leluasa memperkosanya.

” Pelaku akhirnya ditangkap pada Minggu (9/1/2022) di Kotabumi Selatan, dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kini pelaku telah ditahan di Polsek Abung Barat dan akan dijerat dengan Pasal 285 KUH Pidana tentang perkosaan dengan ancaman kurungan 12 tahun ” ujar Kapolsek.

By : Magel Hen

Cabuli Gadis 14 Tahun Didalam Gubuk, Sanim Ditangkap Polisi

Pesawaran__Sanim (23) Pria bejad asal Pekon Selapan, Pardasuka Kabupaten Pringsewu Lampung, ditangkap polisi karena ulahnya menyetubuhi SA (14) disebuah Gubuk pada bulan Juni 2020 Lalu.

Peristiwa pencabulan yang terjadi disebuah gubuk di Desa Penengahan, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, bermula saat korban SA (14) diajak oleh teman nya berkunjung ke rumah pelaku, kemudian pelaku mengajak mereka singgah ke sebuah gubuk hingga terjadi persetubuhan

” Kejadiannya tanggal 12 juni 2020, saat itu korban dijemput oleh teman korban yang bernama FN, lalu korban diajak temannya ke rumah terlapor, selanjutnya korban dan temannya yg bernama FN bersama sdr ER (Pacar sdri FN) diajak terlapor kesebuah gubuk di desa penengahan ” Kata Kasatreskrim Polres Pesawaran AKP Supriyanto Husin, mewakili Kapolres AKBP Vero Aria Radmantyo, Rabu (5/1/2022)

” Setelah korban dan teman korban serta terlapor sampai di gubuk selanjutnya FN mengobrol dengan pacar nya ER dan korban saat itu bersama terlapor lalu, terlapor mengancam dan memaksa korban untuk melakukan hubungan intim layaknya suami istri ” Sambungnya

Tidak terima telah dinodai, Korban pun melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada orang tuanya dan kemudian membuat laporan di polres pesawaran

Pelaku Sanim (23) akhirnya berhasil ditangkap dikediamannya pada Selasa (4/1/2022), untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Sanim, telah ditahan di Polres Pesawaran

Penulis : Magel Hen

PWI Pesawaran Dan AWPI Desak Ketua LSM GMBI Minta Maaf Kepada Awak Media

Pesawaran_Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran M. Ismail mendesak Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Distrik Pesawaran Abdul Manaf, untuk meminta maaf langsung secara terbuka kepada seluruh awak media yang ada di Kabupaten Pesawaran.

Hal tersebut menindaklanjuti unggahan video dirinya yang berisi dugaan intimidasi, pengancaman dan intervensi terhadap sejumlah awak media, yang memberitakan kejadian penangkapan oknum anggota LSM GMBI yang diduga melakukan pemerasan oleh Polres Pesawaran.

“Ya saya selaku Ketua PWI Pesawaran dengan tegas mendesak kepada Abdul Manaf selaku Ketua LSM GMBI Distrik Pesawaran untuk meminta maaf kepada seluruh awak media, karena sudah jelas dalam video tersebut ada indikasi mengintimidasi, mengancam, dan mengintervensi,” kata Ismail, Jumat (30-12-2021).

Menurutnya apabila yang bersangkutan tidak segera meminta maaf secara langsung dalam 1×24 jam maka PWI Pesawaran akan melapor secara resmi ke aparat penegak hukum (APH).

“Saya minta kepada Abdul Manaf untuk segera minta maaf secara langsung dan saya tunggu dalam 1X24 jam kalau gak, saya selaku ketua organisasi profesi wartawan akan bawa ke persoalan ini ke ranah hukum,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Profesional Indonisia (DPC-AWPI) Pesawaran dengan adanya unggahan video Ketua GMBI yang telah viral media sosial WhatsApp menyuruh wartawan untuk menghapus berita terkait penangkapan oknum anggota LSM GMBI oleh Polres Pesawaran tentunya sangat melukai hati para wartawan.

“Saya selaku ketua AWPI Pesawaran sangat menyayangkan pernyataan Abdul Manaf selaku ketua LSM GMBI yang sangat melukai perasaan kami selaku awak media, dan dengan adanya pernyataan tersebut kami juga merasa di intervensi maka saya juga mendesak kepada yang bersangkutan untuk segera minta maaf secara langsung dan terbuka kepada seluruh awak media yang ada di pesawaran, dan kalau tidak kami akan membawa persoalan ini ke jalur hukum,” kata Mussonnip singkat

Tingkatkan Pengetahuan Anggota, BNM RI Provinsi Lampung Menggelar Training Of Trainer

Bandar Lampung__Brantas Narkotika Maksiat Republik Indonesia (BNM RI) Provinsi Lampung Menggelar Training Of Trainer (TOT) Di Hotel Bukit Randu Bandar Lampung, Rabu ( 22/12/2021).

Acara tersebut dihadiri Perwakilan BNN Provinsi Lampung, Kabag Binops Dirnarkoba Polda Lampung, Asisten 1 Pemkot Bandar Lampung, Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, sejumlah pimpinan Media, MUI Kota Bandar Lampung dan diikuti oleh seluruh anggota BNM RI kota Bandar Lampung dan Perwakilan BNM dari Kabupaten se Provinsi Lampung

Ketua Umum BNM RI Fauzi Malanda RDB dalam penyampaiannya mengatakan, kegiatan TOT yang sudah dua kali diselenggarakan adalah sebuah bukti bahwa organisasi BNM RI adalah organisasi yang penuh dengan keseriusan dan masih selalu berkomitmen agar seluruh anggota selalu berperan aktif dalam pemberantasan narkoba dan maksiat

Fauzi juga menjelaskan, tujuan diselenggarakannya kegiatan TOT adalah untuk memberikan pemahaman dan ilmu kepada peserta agar bisa melakukan penyuluhan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing atau saat para pengurus BNM sedang bersosialisasi kepada masayarakat

“, Dengan semangat yang kuat dan komitmen bersama alhamdulillah hari ini kita dapat menyelenggarakan kegiatan hari ini, saya berharap kepada seluruh peserta yang hadir untuk bisa memahami dan merangkum setiap materi yang disampaikan oleh ahli yang hadir di ruangan ini, untuk nantinya menyampaikan kepada masayarakat dalam bentuk penyuluhan ataupun sosialisasi ” ucap Fauzi Malanda.

Ditempat yang sama kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung Brigjen
Edi Swasono dalam sambutan tertulisnya mengatakan, pemberantasan narkoba tidak hanya mengandalkan institusi

“, Ini adalah tanggung jawab bersama antara Pemerintah dan Masyarakat untuk bekerja sama menciptakan masyarakat imun terhadap Penyalahgunaan Narkoba. Peningkatan Partisipasi Aktif masyarakat adalah implementasi yang prioritas dan penting untuk dikedepankan. Sementara pemeliharaan program pencegahan dan pengawasan diarahkan sebagai rencana aksi bersama melalui pendekatan komunitas dan kearifan lokal yang dapat digunakan pula untuk mencegah dan mengendalikan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ” tegas Brigjen Edi Swasono

Pada kesempatan itu Kepala BNNP Lampung Brigjen Edi Swasono juga mengajak Anggota BNM RI untuk turut serta berperan aktif dalam memerangi narkoba dan maksiat khususnya di Provinsi Lampung

“, Melalui Kegiatan ini saya hanya ingin mengingatkan kembali peran serta seluruh masyarakat termasuk di dalamnya Organisasi BNM dalam P4GN dimana hal tersebut sesuai dengan amanat Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika khususnya pada Pasal 104-108 yang mengatur peran serta masyarakat, dimana seluruh lapisan masyarakat diberikan ruang seluas-luasnya untuk ikut berperan aktif dalam upaya P4GN. Oleh karena itu saya ingin mendorong bentuk sinergitas yang strategis yang harus kita lakukan secara bersama-sama untuk memerangi Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.” Ujarnya

Mencari Kerang Di Laut Warga Maja Pesawaran Meninggal Terseret Ombak

Pesawaran__Syahroni (34) Warga Desa Maja, Kecamatan, Marga Punduh, Pesawaran, Lampung menjadi korban tenggelam di Pantai pancur, setelah jasadnya ditemukan oleh tim basarnas dan masyarakat setempat, Selasa (21/12/2021).

Sehari sebelumnya, yakni pada senin (20/12/2021) korban ( Syahroni) diketahui hilang saat sedang mencari kerang di pantai Pancur, Desa Sukarame, Marga Punduh, Pesawaran, saat mencari kerang korban terpisah dengan rekannya

“, Pada hari ini Senin tanggal 20 Desember 2021 sekira jam 12.00 wib korban bersama dua orang rekan nya ( Awaludin dan Ali ) b
datang ke pantai pancur desa sukarame, Punduh pidada untuk mencari kerang namun, saat sudah selesai korban yang memang terpisah dengan dua rekannya tiba – tiba menghilang ” Kata Kapolres Pesawaran, AKBP Vero Aria Radmantyo, Selasa (21/12/2021).

Setelah dinyatakan hilang lalu warga dan Basarnas kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya pada Selasa ( 21/12/2021) sekitar pukul 15: 30 korban ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia

Menurut keterangan Kapolres, keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban dan menyatakan tidak dilakukan Autopsi

“,Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan untuk di lakukan visum dalam, visum luar dan Autopsi dan menyadari bahwa kejadian tersebut merupakan murni musibah, rencananya jenazah korban akan di kebumikan di pemakaman Umum Desa Maja pada hari ini tanggal 21 Desember 2021 jam 17.00 wib ” pungkasnya

By : Magel Hen

Diduga Alami Gangguan Jiwa Pria Di Wiyono Pesawaran Gantung Diri Di Pohon Coklat

Pesawaran__Suroso (44) Warga Dusun Gunung Rejo, Desa Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran Lampung ditemukan tewas dengan kondisi tubuh tergantung dengan leher yang terikat tali dari pelepah pisang

Menurut Polisi, Korban ditemukan oleh warga yang hendak mencari pakan ternak pada senin ( 20/12/2021), pukul 10: 30 dengan keadaan tergantung

“, Saksi Misgiono hendak ke kebun untuk mencari rumput untuk pakan ternak, saat melintas di kebun milik korban saksi mendapati sesosok mayat yang tergantung di pohon kakao dengan menggunakan tali yang terbuat dari pelepah daun pisang terlilit di leher korban sebanyak 2 lilitan, Saksi kemudian turun ke pemukiman memanggil saksi Suyati dan anak nya Junaidi untuk memanggil bantuan ” Kata Kapolsek Gedong Tataan Kompol Hapran, Mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo, Senin (20/12/2021).

Kapolsek menambahkan, menurut keterangan Keluarga, korban selama ini mengalami ganguan jiwa dan diperkuat dengan keterangan berobat di rumah Sakit Jiwa

“, Menurut keterangan Keluarga, korban sering berhalusinasi seperti ada yang menyuruh korban untuk bunuh diri, korban saat ini memiliki riwayat ganguan jiwa yang Saat ini masih dalam masa pengobatan dari Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung dengan,
Nomor Kartu Pasien : 0000356180646
Nama Pasien : Suroso ( 44 th)
Diagnosa : F41.9, Anxiety Disorder, Unspecitied
No Rm : 00 45 95
Berdasarkan keterangan Kartu Riwayat Pengobatan Korban di jadwalkan kontrol di rumah sakit Jiwa Provinsi Lampung pada tanggal 15 Desember 2021.” Jelas Kompol Hapran.

“, Korban telah dilakukan Identifikasi dari Anggota Polsek Gedong Tataan dan pemeriksaan dari Puskesmas Bernung tidak adanya benturan benda keras pada tubuh korban , wajah Membiru, hidung mengeluarkan darah dan alat kelamin mengeluarkan sperma, bekas luka jeratan di leher ” sambungnya.

Menurut Kapolsek, Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan untuk di lakukan Outopsi dan menyadari bahwa kejadian tersebut musibah bunuh diri

“, Rencana jenazah korban akan di kebumikan di pemakaman Umum Dusun Gunung rejo Desa Wiyono pada hari ini tanggal 20 Desember 2021 jam 15.00 wib ” pungkasnya.

By : Magel Hen

Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Menguatkan Keputusan PN Blambangan Umpu Terkait Tanah Milik 22 Petani Negara Mulya

Bandar Lampung__ Pengadilan Tinggi Tanjung Karang menerima banding yang diajukan oleh termohon Sahlan cs terkait sengketa lahan dengan 22 orang petani di Kampung Negara Mulya Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan.

Dalam putusan pengadilan tinggi Tanjung Karang nomor 91/PDT/2021/PT TJK disebutkan bahwa pengadilan Tinggi Tanjung Karang menerima banding dari termohon dan menguatkan keputusan pengadilan negeri Blambangan Umpu tertanggal 7 Oktober 2021 nomor 3/PDT.G/2021/PN BBU

Menyikapi hasil putusan pengadilan Tinggi Tanjung Karang tersebut Kuasa Hukum 22 Petani Negara Mulya, Anton Heri. SH, saat dihubungi melalui whatsapp, Jumat (17/12/2021) dirinya mengaku berterima Kasih kepada majelis Hakim yang telah memutuskan untuk menguatkan putusan dari pengadilan negeri Blambangan Umpu Way Kanan

Anton Heri juga mengapresiasi Putusan dari Pengadilan Tinggi Tanjung Karang tersebut, menurutnya hal itu merupakan bukti bahwa hukum masih tegak lurus dalam membela hak masyarakat

“, Kita berterima kasih kepada Pengadilan Tinggi Tanjung Karang atas putusan yang menguatkan hasil ketetapan sebelumnya oleh PN Blambangan Umpu, ini juga adalah bukti bahwa hukum masih tegak lurus bersama rakyat ” ungkap Anton Heri

Lebih lanjut, Anton Heri sebagai kuasa Hukum 22 petani menjelaskan, bahwa setelah ini pihaknya akan menunggu salinan putusan dari pengadilan Tinggi Tanjung Karang sekaligus menentukan langkah selanjutnya jika pihak Sahlan Cs masih akan melakukan upaya hukum

“, kita sangat menghormati semua proses hukum dan setelah ini kami masih menunggu salinan putusan Pengadilan tinggi, apapun langkah hukum yang dilakukan oleh mereka itu akan kita hormati ” tegasnya.

Isteri Korban Penusukan Hingga Tewas Di Bandar Lampung Berharap Pelaku Dihukum Berat

Bandar Lampung_ Suryani (43) isteri dari almarhum M Zaenal (56) korban penusukan hingga meninggal dunia di Jalan Ratulangi, Bandar Lampung
berharap pelaku penusukan yang kini telah ditahan oleh kepolisian agar dihukum seberat beratnya

Warga jl Dr. Sutomo Penengahan Raya, Kedaton, Bandar Lampung ini mengatakan, saat ini berharap sepenuhnya kepada penegak hukum agar pelaku diberi hukuman yang sesuai dengan perbuatannya yang telah dengan sengaja menusuk korban hingga meninggal dunia.

“, Saya bisa memaafkan tapi proses hukum tetap berlanjut dan saya tentunya ingin pelaku diberi hukuman yang setimpal karena telah menyebabkan suami saya pergi untuk selamanya ” ungkap Suryani, saat ditemui di Kediamannya, Jumat (17/12/2021).

Suryani yang kini harus kehilangan suami yang sangat dicintainya mengaku menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang selanjutnya terhadap pelaku dan dirinya juga akan terus mengawal kasus tersebut hingga selesai

“, Kami sulit untuk menerima kenyataan ini karena peristiwa ini tidak akan pernah bisa untuk nggak diingat, secara psikologis ini akan jadi trauma bagi kami sekeluarga, sejak kejadian itu anak saya yang kecil aja jadi takut untuk keluar rumah, pokoknya sekarang kami serahkan kasus ini kepada hukum ” ujarnya

Lebih lanjut, Suryani menceritakan peristiwa nahas yang dialami Almarhum suaminya terjadi pada 18 Oktober lalu, saat itu anak nya yang masih kecil dipukul oleh anak dari pelaku kemudian sempat terjadi cekcok antara Suryani dan Pelaku namun berakhir secara baik- baik

Lalu pada malam harinya, Suami Suryani ( Korban M Zaenal) yang saat itu pulang dari berjualan tiba- tiba ditusuk oleh Pelaku (Ponco) pada bagian perutnya, kemudian oleh warga setempat Korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Abdul Muluk Namun, seminggu setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit, Korban ( M Zaenal) meninggal dunia

“, Almarhum ditusuk sebanyak dua kali tapi satunya cuma kena tangan, terus kena perutnya, sempat di Operasi tapi hari senin tanggal 25 Oktober 2021 suami saya meninggal di Rumah Sakit Abdul Muluk ” kata Suryani.

Saat ini pelaku diketahui telah ditahan di Polsek Kedaton Bandar Lampung setelah keluarga Korban membuat laporan di kepolisian dengan nomor Laporan TBL /738/X/2021/LPG/RESTA BALAM/ SEKTOR KDT.

Empat Tahun Laporan Dugaan Penipuan Di Polresta Bandar Lampung Belum Ada Kepastian

Bandar Lampung__ Afitriyansyah (51) Warga Perumahan Tirtayasa Indah Blok D5 No. 04 LK III Sukabumi Indah, Sukabumi, Bandar Lampung, Mempertanyakan kelanjutan laporannya di Polresta Bandar Lampung terkait dugaan penipuan yang dialaminya pada tahun 2017 lalu

Kepada media ini , Selasa (14/12/2021), Afitriyansyah menceritakan, peristiwa dugaan penipuan tersebut dialaminya pada tahun 2017 lalu, saat dirinya membeli sebidang tanah kosong yang terletak di Jalan Pulau Bangka, Sukabumi, Bandar Lampung dengan luas 300 meter milik Deny Robiyansyah ( Terlapor ).

Dijelaskannya, Saat proses pembelian tanah tersebut diberi uang muka (DP) senilai 33 juta Rupiah terlebih dahulu namun, tanah tersebut ternyata surat menyuratnya diduga bermasalah sehingga Afitriyansyah harus mengalami kerugian.

“, Saya beli tanah seluas 300 meter milik Deny Robiansyah ( terlapor) tapi ternyata surat menyurat tanah tersebut bermasalah karena pas di cek tanah itu ada pemiliknya orang lain ” jelasnya.

Afitriyansyah menambahkan, dirinya sudah berupaya mengajak terlapor untuk mediasi dengan jalan kekeluargaan namun, karena merasa terlapor tidak juga mengembalikan uang miliknya, sehingga dia membuat laporan di Polresta Bandar Lampung dengan nomor Laporan LP/B/ 3173/ VI/ 2017/ LPG/ RESTA BALAM tertanggal 09 juni 2017.

“, Saya sudah buat Laporan Di Polresta Bandar Lampung pada juni tahun 2017 namun, sayang hingga hari ini tidak ada kejelasan apa statusnya, ” ujar dia.

By : Magel Hen 

Pelaku Pembunuhan Di Seputih Agung Lampung Tengah Tiga Diantaranya Masih Pelajar

Lampung Tengah_ Terungkap, penemuan mayat perempuan pada Minggu ( 28/11/2021 ) ternyata korban pembunuhan, mayat perempuan yang diketahui adalah Margiyati (30) warga Kampung Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah ini menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh SJ (20) yang merupakan otak dari pembunuhan tersebut.

Dalam Konferensi Pers yang digelar Polres Lampung Tengah, Selasa ( 30/11/2021), diketahui pelaku pembunuhan terhadap Margiyati (30) berjumlah empat orang, yakni SJ (20) warga Seputih Agung, bersama Rekan nya AA (15) RM (14), MF (14), ketiganya merupakan warga Adijaya dan masih berstatus pelajar.

“, Bahwa motif pelaku menghabisi nyawa korban karena dendam sering diolok – olok oleh korban tentang hal sensitif mengenai keluarganya, karena antara korban dan pelaku sudah saling mengenal dan sebelumnya hari sabtu (27/11/2021) korban diajak jalan – jalan dan sebelumnya Pelaku SJ sudah merencanakan ” kata Kasatreskrim AKP Edy Qorinas, Mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Oni Prasetya, Selasa (30/11/2021).
 
Kasatreskrim menambahkan, pelaku SJ yang merupakan Residivis pencurian sepeda motor mempengaruhi rekan- rekan nya yang masih dibawah umur untuk turut serta melakukan aksi pembunuhan tersebut
 
“, Kemudian yang menjadi otak pembunuhan adalah Pelaku SJ yang mempengaruhi tiga pelaku lainya AA, RM dan MF yang masih dibawah umur dan untuk pemeriksaannya kita minta pendampingan dari LPA ( lembaga Perlidungan Anak ) Lampung Tengah, serta dari Bapas, Pelaku SJ ini Merupakan residivis ( Curanmor ) dan baru keluar dari Lembaga Pemasyarakatan“ terangnya.

 “, Atas perbuatannya pelaku SJ AA, RM dan MF dijerat dengan Pasal 365 Ayat 3 KUHPidana 338 KUHP dan atau 340 KUHP dengan ancaman hukuman 15 sampai 20 tahun penjara atau sepertiganya dari hukuman pokok jika masih anak –anak ” Sambungnya lagi.

By : Magel Hen